Nehalem Perluas Segmen...

0 komentar



Pada Posting kali saya akan membahas tentang mikroarsitektur Nehalem. Baca baik2 ya ^_^ ditunggu Komennya....
AwaL September lalu InteL secara resmi merilis tiga proCessor desktop dari keLuarga core i7 dan core i5 yang menggunakan soket LGA1156. Kehadiran processor dengan kede nama Lyfield ini sudah lama dibicarakan dan dinanti karena menandai kehadiran mikroarsitektur Nehalem ke segMen yng lebih Luas..
Meski memiliki penamaan yng mirip, tiga processor Lynnfield ini memiliki arsitektur berbeda dibanding bloomfield. Perbedaan pertma adalah, Lynnfield hanya mendukung sistem memory dua kanaL (Sementara bloomfield 3 kanal). Selain itu, di Lynnfield tidak memiliki QPI (Quick path Interconnect) yng mnjadi penghubung antara processor bloomfield dengan Chipset. Sebgai gantinya, Lynnfield menggunakan intekoneksi DMI (Digital Media Interface) yng memiliki kecepatan lebih rendah dibanding  QPI(2 GB/s versus 26 GB/s).
Perbedaan tersebut berefek pada perbedaan soket antara lynnfield dan bloomfield. Artinya, Jika anda membeli sistem berbasis Lynnfield, anda harus mengganti keseluruhan sistem jika ingin naik keLas ke segmen Bloomfield. Mengenai ini, Budi Wahyu jati (Country manager InteL Indonesia) membenarkan. “Namun ini karena masa transisi. Kedepannya seluruh processor segmen bawah dan menengah akan menggunakan soket LGA 1156, sementara segmen atas menggunakan LGA 1366” Kata Budi.
Mungkin karena potensinya besar,, kehadiran Lynnfield langsung disambut pabrikan motherboard. Tiga pabrikan motherboard terbesar di Indonesia, yaitu ASUS (Fav Saya), MSI, dan Gigabyte, sudah siap membanjiri pasar dengan motherboard pendukung processor Lynnfield.
Sekian dLu yahh posTingnnya,,  Kapan” Disambung Lgi !!!
Semoga Infonya BermanfaaT,,,,,

Waduw bsok LPG 12 kg Naek Lagi,,, Rp70.200/Tabung

0 komentar

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memberlakukan harga LPG kemasan 12 kg dan 6 kg baru yaitu Rp5.850 per kg (Rp70.200 per tabung untuk kemasan 12 kg dan Rp35.100 per tabung untuk kemasan 6 kg).

Hal tersebut diungkapkan VP Corporate Communication Pertamina Basuki Trikora Putra dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Jumat (9/10/2009).

Harga ini berlaku sejak 10 Oktober 2009 untuk agen-agen umum. Harga yang berlaku untuk LPG kemasan 12 kg dan 6 kg yang sebelumnya adalah Rp5.750 per kg (meningkat Rp100 per kg). Adapun untuk LPG kemasan 3 kg tidak terjadi perubahan harga.

Sementara harga LPG kemasan 50 kg yang baru juga akan diberlakukan mulai 10 Oktober 2009. Harga LPG 50 kg sebelumnya adalah Rp7.255 per kg. Harga yang baru meningkat Rp100 per kg menjadi Rp7.355 per kg (Rp367.750 per tabung 50 kg).

Kenaikan harga ini menyesuaikan kenaikan harga pasar bahan baku LPG. Dengan diberlakukannya harga baru ini Pertamina berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi konsumen.

Di sisi lain, Pertamina mengimbau konsumen LPG 12 kg untuk tidak beralih pada LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sumber : Okezone

 
BloggerTheme by BloggerThemes | Design by 9thsphere